Siapa yang membuat perkara baru dalam agama kami ini yang bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak
Choose an available translation of this Hadeeth
Hadeeth text
Ummul-Mu`minīn Ummu Abdillāh Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membuat perkara baru dalam agama kami ini yang bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak." Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Siapa yang melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”
Explanation
Benefits
2- Agama tidak berdasarkan pendapat (akal) dan istihsan (menganggap baik sesuatu), melainkan hanya dengan mengikuti Rasul ﷺ.
3- Hadis ini adalah dalil kesempurnaan agama.
4- Bidah adalah semua perkara yang diada-adakan dalam urusan agama dan tidak ada di masa Nabi ﷺ dan sahabat-sahabatnya terkait akidah, perkataan atau perbuatan.
5- Hadis ini adalah salah satu pilar Islam sekaligus sebagai timbangan bagi amal. Sebagaimana setiap amalan yang tidak diniatkan untuk wajah Allah Ta'ala tidak ada pahala bagi pelakunya, demikian pula setiap amalan yang tidak sesuai ajaran Rasulullah ﷺ adalah tertolak.
Hadis ini merupakan kaidah umum dalam menolak amalan bidah yang diada-adakan dan kemungkaran-kemungkaran yang terjadi.
6- Perkara baru yang dilarang ialah perkara dalam agama, bukan perkara duniawi.
Attribution
Categories
Share hadeeth
Sharing options · 0 Total shares

