Tidaklah Nabi ﷺ mengerjakan suatu salat setelah turun surah Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ (An-Naṣr) kecuali di dalamnya beliau membaca, "Subḥānaka rabbanā wa biḥamdika allāhumma-gfir lī (Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, aku memuji-Mu. Ya Allah! Ampunilah aku)
Choose an available translation of this Hadeeth
Hadeeth text
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Tidaklah Nabi ﷺ mengerjakan suatu salat setelah turun surah Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ (An-Naṣr) kecuali di dalamnya beliau membaca, "Subḥānaka rabbanā wa biḥamdika allāhumma-gfir lī (Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, aku memuji-Mu. Ya Allah! Ampunilah aku)." Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- juga meriwayatkan, Rasulullah ﷺ terbiasa banyak mengucapkan doa berikut dalam rukuk dan sujudnya, "Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika, allāhumma-gfir lī (Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, aku memuji-Mu. Ya Allah! Ampunilah kami)." Beliau mengaplikasikan Al-Qur`an.
Explanation
Benefits
2- Memohon ampunan di akhir umur mengandung isyarat agar juga menutup ibadah -khususnya salat- dengan istigfar untuk menyempurnakan kekurangan yang terjadi di dalamnya.
3- Perkara paling baik untuk digunakan sebagai wasilah kepada Allah dalam rangka pengabulan doa ialah menyebutkan pujian-pujian kepada-Nya serta menyucikan-Nya dari berbagai kekurangan dan cacat.
4- Keutamaan istigfar dan meminta ampun di setiap keadaan.
5- Sempurnanya peribadatan Nabi ﷺ dan pengaplikasian beliau terhadap perintah Allah.
Attribution
Categories
Share hadeeth
Sharing options · 0 Total shares

