Tunggulah selama waktu biasanya engkau ditahan oleh haidmu, kemudian mandilah
Choose an available translation of this Hadeeth
Teks hadis
Aisyah ummul mukminīn -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, ia berkata, Ummu Ḥabībah binti Jaḥsyin istri Abdurrahman bin 'Auf datang menanyakan perihal darah kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda kepadanya, "Tunggulah selama waktu biasanya engkau ditahan oleh haidmu, kemudian mandilah." Ia pun melakukan mandi setiap waktu salat.
Penjelasan
Faedah
2- Wanita yang mengalami istihadah menghitung dirinya haid sejumlah hari yang biasanya ia mengalami haid sebelum mengalami istihadah.
3- Ketika jumlah hari kebiasaan haidnya berlalu, seorang wanita hendaknya menganggap dirinya telah suci dari haid -walaupun darah istihadah masih ada- dengan cara melakukan mandi suci dari haid.
4- Wanita yang istihadah tidak diwajibkan mandi pada setiap salat; sebab mandinya Ummu Ḥabībah -raḍiyallāhu 'anhā- tersebut merupakan ijtihad beliau sendiri. Seandainya wajib, pastilah Rasulullah ﷺ akan menerangkannya.
5- Wanita yang istihadah diwajibkan wudu setiap akan salat karena hadasnya terus berlanjut, tidak berhenti. Sama halnya dengan wanita istihadah, semua orang yang memiliki hadas terus-menerus, seperti orang yang mengalami beser atau terus-menerus keluar angin.
6- Wajib bertanya kepada ahli ilmu tentang perkara agama yang membingungkan, seperti perempuan ini yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang banyaknya darah yang menimpanya.
Attribution
Kategori
Bagikan hadis
Sharing options

